Minggu, 02 April 2017

Psikologi Pendidikan: "Pendidikan Multikultural"

Edit Posted by with No comments
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
     Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang menghargai perbedaan dan mewadahi beragam perspektif dari berbagai kelompok cultural. Tujuan penting dari pendidikan multikultural adalah pemerataan kesempatan bagi semua murid. Ini termasuk mempersempit gap dalam prestasi akademik antara murid kelompok utama dengan kelompok minoritas.
    Pendidikan multikultural muncul dari gerakan hak-hak sipil pada 1960-an dan gerakan untuk pemerataan kesetaraan dan keadilan social dalam masyarakat untuk wanita serta orang Kulit Berwarna. Pendidikan multikultural mencakup isu-isu yang berkaitan dengan status sosioekonomi, etnisitas, dan gender. Karena keadilan social adalah salah satu nilai dasar dari bidang ini, maka reduksi prasangka dan pedagogi ekuitas menjadi komponen utamanya. Reduksi prasangka adalah aktivitas yang dapat diimplementasikan guru di kelas untuk mengeliminasi pandangan negative dan stereotip terhadap orang lain. Pedagogi ekuitas adalah modifikasi proses pengajaran dengan memasukkan materi dan strategi pembelajaran yang tepat baik itu untuk anak lelaki maupun perempuan dan untuk semua kelompok etnis.

Memberdayakan Murid
   Istilah pemberdayaan (empowerment) berarti memberi orang kemampuan intelektual dan keterampilan memecahkan masalah agar berhasil dan menciptakan dunia yang lebih adil. Pada tahun 1960-an sampai 1980-an, pendidikan multikultural dititikberatkan pada usaha memberdayakan murid dan memperbaiki representasi kelompok minoritas dan cultural dalam kurikulum dan buku ajar. Menurut pandangan ini, sekolah harus member murid kesempatan untuk belajar tentang pengalaman, perjuangan, dan visi dari berbagai kelompok cultural dan etnis yang berbeda-beda. Harapannya adalah hal ini akan meningkatkan rasa harga diri minoritas, mengurangi prasangka, memberikan kesempatan pendidikan yang lebih setara, membantu murid Kulit Putih untuk menjadi lebih toleran kepada kelompok minoritas dan agar baik itu murid Kulit Putih dan Kulit Berwarna akan mengembangkan beragam perspektif dalam kurikulumnya.
       Sonia Nieto (1992), seorang keturuna Puerto Rico yang besar di New York City, percaya bahwa pendidikannya membuatnya merasa latar belakang kulturalnya kelihatan agak buruk. Dia memberikan rekomendasi sebagai berikut:
  • Kurikulum sekolah harus jelas antirasis dan antidiskriminasi. Murid harus bebas mendiskusikan isu etnis dan diskriminasi.
  • Pendidikan multikultural harus menjadi bagian dari setiap pendidikan murid. Semua murid harus menjadi bilingual dan mempelajari perspektif cultural yang berbeda-beda. Pendidikan multikultural harus direfleksikan di mana saja, termasuk di majalah dinding sekolah, ruang makan siang, dan pertemuan-pertemuan.
  • Murid harus dilatih untuk lebih sadar budaya (kultur). Ini berarti mengajak murid untuk lebih terampil dalam menganalisis kultur dan lebih menyadari factor historis, social, dan politik yang membentuk pandangan mereka tentang kultur dan etnis. Harapannya adalah agar kajian kritis itu akan memotivasi murid untuk mengupayakan keadilan politik dan ekonomi.
Pengajaran yang Relevan Secara Kultural
Pengajaran yang relevan secara cultural dimaksudkan untuk menjalin hubungan dengan latar belakang cultural dari pelajar. Pakar pendidikan multikultural percaya bahwa guru yang baik akan mengetahui dan mengintegrasikan pengajaran yang relevan secara cultural ke dalam kurikulum karena akan membuat pengajaran menjadi lebih efektif. Guru bisa menggunakan model 3 dimensional, grafik, foto, diagram, dan tulisan di papan tulis.

Pendidikan yang Berpusat Pada Isu
    Dalam pendekatan ini, murid diajari secara sistemaris untuk mengkaji isu-isu yang berkaitan dengan kesetaraan dan keadilan social. Pendidikan ini tak hanya mengklarifikasi nilai, tetapi juga mengkaji alternative dan konsekuensi dari pandangan tertentu yang dianut murid. Sebagai contoh: situasi dimana murid merasa tidak nyaman dengan kebijakan makan siang di sebuah sekolah menengah atas. Murid-murid itu memberi tahu guru tentang apa yang mereka alami dan kemudian diadakan diskusi. Murid dan guru bersama-sama menyusun rencana aksi untuk mengatasi persoalan keadilan social ini. Rencananya kemudian dipaparkan di dewan sekolah distrik. Mereka kemudian merevisi kebijakan makan siang di 10 sekolah menengah atas.

Meningkatkan Hubungan di Antara Anak dari Kelompok Etnis yang Berbeda-beda
      Ada sejumlah strategi dari program untuk meningkatkan hubungan antar-anak dari kelompok etnis yang berbeda-beda, yaitu:
  1. Kelas Jigsaw
  2. Kontak Personal dengan Orang Lain dari Latar Belakang Kultural yang Berbeda
  3. Pengambilan Perspektif
  4. Pemikiran Kritis dan Intelegensi Emosional
  5. Mengurangi Bias
  6. Meningkatkan Toleransi
  7. Sekolah dan Komunitas sebagai Satu Tim

Sumber:

Santrock, J.W. 2004. Psikologi Pendidikan. Edisi Kedua. Diterjemahkan oleh: Tri Wibowo BS. Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP

Senin, 27 Maret 2017

Psikologi Pendidikan: "Motivasi"

Edit Posted by with No comments
MENGEKSPLORASI MOTIVASI
Seorang pemuda Kanada, Terry Fox, menyelesaikan lari jarak jauh yang luar biasa dalam sejarah (McNally, 1990). Rata-rata dia berlari marathon sejauh 26.2 mil setiap hari selama 5 bulan, dan telah menempuh total 3359 mil. Terry Fox jelas orang yang penuh motivasi karena ia telah kehilangan satu kaki akibat kanker sebelum, sehingga dia dibantu dengan kaki palsu.

Apa Motivasi Itu?
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Terry Fox menyelesaikan larinya karena, ketika ia mengidap kanker, dia berkata kepada dirinya sendiri bahwa jika dia bisa bertahan hidup maka dia akan melakukan sesuatu untuk membantu mendanai riset kanker. Tindakan Terry Fox dilakukan dengan semangat, punya arah (tujuan) dan gigih (bertahan lama).

Perspektif tentang Motivasi
Perspektif psikologis menjelaskan motivasi dengan cara yang berbeda berdasarkan perspektif yang berbeda:
1. Perspektif Behavioral
Perspektif behavioral menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid. Insentif adalah peristiwa atau stimuli positif atau negative yang dapat memotivasi perilaku murid. Pendukung penggunaan insentif menekankan bahwa insentif dapat menambah minat atau kesenangan pada pelajaran, dan mengarahkan perhatian pada perilaku yang tepat dan menjauhkan mereka dari perilaku yang tidak tepat (Emmer dkk, 2000).
Insentif yang dipakai guru di kelas antara lain nilai yang baik, yang memberikan indikasi tentang kualitas pekerjaan murid, dan tanda bintang/ pujian jika mereka selesai menyelesaikan suatu tugas dengan baik.

2. Perspektif Humanistis
Perspektif humanistis menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka, dan kualitas positif. Perspektif ini berkaitan erat dengan pandangan hierarki kebutuhan Abraham Maslow, bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi dengan urutan sebagai berikut:
• Fisiologis: lapar, haus, tidur
• Keamanan (safety): bertahan hidup, seperti perlindungan dari perang dan kejahatan
• Cinta dan rasa memiliki: keamanan (security), kasih sayang dan perhatian dari orang lain
• Harga diri: menghargai diri sendiri
• Aktualisasi diri: realisasi potensi diri
Aktualisasi diri adalah motivasi untuk mengembangkan potensi diri secara penuh sebagai manusia. Menurut Maslow, aktualisasi diri dimungkinkan hanya setelah kebutuhan yang lebih rendah telah terpenuhi dan memperingatkan bahwa kebanyakan orang berhenti menjadi dewasa setelah mereka mengembangkan level harga diri yang tinggi dan karenanya tak pernah ke aktualisasi diri.

3. Perspektif Kognitif
Menurut perspektif kognitif, pemikiran ini berfokus pad ide-ide seperti motivasi internal murid untuk mencapai sesuatu, atribusi mereka, dan keyakinan mereka bahwa mereka dapat mengontrol lingkungan mereka secara efektif. Perspektif kognitif juga menekankan arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan (Schunk & Ertmer, 2000; Zimmerman & Schunk, 2001).
R.W. White (1959), mengusulkan konsep motivasi kompetensi, yakni ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif, menguasai dunia mereka, dan memproses informasi secara efisien. White mengatakan bahwa orang melakukan hal-hal tersebut bukan karena kebutuhan biologis, tetapi karena orang punya motivasi internal untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif.

4. Perspektif Sosial
Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman. Ini membutuhkan pembentukan, pemeliharaan dan pemulihan hubungan personal yang hangat dan akrab. Kebutuhan afiliasi murid tercermin dalam motivasi mereka untuk menghabiskan waktu bersama teman, kawan dekat, keterikatan mereka dengan orang tua, dan keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru.
Dalam sebuah studi berskala luas, salah satu factor terpenting dalam motivasi dan prestasi murid adalah persepsi mereka mengenai apakah hubungan mereka dengan guru bersifat positif atau tidak (McCombs, 2001; McCombs & Quiat, 2001).

Sumber:

Santrock, J.W. 2004. Psikologi Pendidikan. Edisi Kedua. Diterjemahkan oleh: Tri Wibowo BS. Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP

Minggu, 05 Maret 2017

Perencanaan, Instruksi, dan Teknologi

Edit Posted by with No comments


Psikologi Pendidikan-USU
Kelas C
Kelompok 6:
1. Rossy Arramadona Dalimunthe (16-176)
2. Hanan (16-187)
3. Ayu Putri Nurjannah (16-190)
4. Dinda Diana Yumna (16-191)
5. Desri Rahmadiani (16-208)
6. Rizqy Putra (16-210)
7. Fazira Aprilia (16-224)
8. Roudhotul Abadiah (16-229)

Kamis, 02 Maret 2017

Psikologi Pendidikan

Edit Posted by with No comments
Psikologi Pendidikan
Kelas C

Pandangan dan penilaian kami, kelompok enam yang mengikuti mata kuliah Psikologi Pendidikan, sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa untuk memiliki email dan blog dan fenomena pendidikan di Indonesia, khususnya di Medan.

Kemajuan teknologi dewasa ini, berkembang secara pesat. Banyak aktivitas-aktivitas manusia modern yang bisa dilakukan hanya dengan modal teknologi yang canggih. mulai dari mengakses seluruh kejadian dan berita-berita dari seluruh dunia baik yang positif atau pun yang negatif, pekerjaan kantor, hingga proses belajar mengajar yang biasanya dilakukan di dalam sebuah ruangan tertentu. Dan ternyata proses pembelajaran dengan menggunakan teknologi telah menarik para psikolog untuk mendalaminya lebih lanjut dan dapat menerapkannya kepada pengakses sehingga dapat mengetahui apa efek yang akan ditimbulkan dari proses pembelajaran yang menggunakan teknologi salah satunya pembelajaran dengan menggunakan email dan blog.
Menurut kami diskusi kelompok enam, dengan metode pembelajaran seperti ini tentu sangat bermanfaat.Karena denagn begitu, cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta masih adanya kekurangan dalam pembelajaran dan metode pendidikan di Indonesia, sekiranya masyarakat Indonesia terkhusus para pelajar tidak ketinggalan dengan ilmu pengetahuan yang telah perkembang pesat karena adanya internet yang memudahkan dalam mengakses informasi dan bertukar informasi.
Sebagai contoh dengan menggunakan blog sebagai salah satu mediasi pembelajaran, kami menjadi lebih dekat dengan teknologi dan ilmu pengetahuan. Tentu saja lebih menyenangkan dan memudahkan kami dalam belajar menggunakan blog ini. Tampilan yang diberikan blog lebih menarik untuk di baca, kami tidak hanya menerima informasi tetapi dengan memposting bahan-bahan yang bermanfaat. Kami dapat pula membagi yang telah kami dapat kepada para pembaca. Dan lagipula, pembelajaran dengan menggunakan internet atau blog lebih efisien waktu dan biaya karena kita juga sekaligus menghemat kertas yang selama ini di gunakan untuk materi dalam pembelajaran.
Tetapi dari hasil yang kami amati, pelajar kota Medan masih belum bisa memanfaatkan dan menyaring sepenuhnya informasi yang mereka terima dari internet. Disini lah peran kita untuk lebih cerdas lagi dalam mengakses informasi yang ada di internet. Penggunaan email sangat memudahkan kami dalam bertukar data dan informasi mengenai hasil diskusi kelompok dengan lebih cepat, tugas yang sedang dikerjakan dan masih banyak lagi. Sehingga kewajiban dalam mempunyai blog dan email pada mata kuliah Psikologi Pendidikan adalah cara yang efektif untuk kami agar dapat mengakses informasi lebih cepat dan mudah.
Demikianlah pendapat kami tentang pentingnya mahasiswa untuk mempunyai email dan blog dalam pembelajaran.

Nama-nama anggota kelompok 6:
1. Rossy Arramadona Dalimunthe (16-176)
2. Hanan (16-187)
3. Ayu Putri Nurjannah (16-190)
4. Dinda Diana Yumna (16-191)
5. Desri Rahmadiani (16-208)
6. Rizqy Putra (16-210)
7. Fazira Aprillia (16-224)
8. Roudhotul Abadiah Lubis (16-229)

Rabu, 07 Desember 2016

Tokoh-Tokoh Empirisme Klasik dan Modern

Edit Posted by with No comments
Aristoteles (284-325 SM)
            Adalah generasi akhir dari filsuf-filsuf Yunani. Semasa hidup, Aristoteles telah banyak meninggalkan tulisan, antara lain berkaitan dengan metafisika, politik, biologi, pengetahuan, estetika, logika, dll.
            Aristoteles, awalnya, mengikuti filsafat Plato, namun akhirnya ia bergerak dan menemukan jalan filsafatnya sendiri.
            Sebelum Aristoteles, Democritus (460-360 SM) telah mengemukakan gagasan bahwa pengetahuan bersumber dari pengamatan. Democritus mengemukakan bahwa pengetahuan bersumber dari persepsi. Democritus adalah filsuf yang pemikirannya disebut matrealisme atomic, mekanis, determinis, reduksionis, dan realis representative.

Roger Bacon
Adalah pemikir terbesar zaman Skolastik, karena ia yang pertama dengan tegas mengemukakan perlunya eksperimen untuk mengembangkan dan perlunya ilmu pengetahuan bagi kemajuan. Ia membaca pemikiran Aristoteles dari terjemahan Arab ke Latin.
            Bacon dianggap salah seorang tokoh besar yang membangunkan Eropa dari masa Kegelapan dan melahirkan Renaisans. Meskipun dipengaruhi oleh sejumlah pemikir Islam, namun Bacon memisahkan iman dan nilai-nilai moral dari metode eksperimental. Dengan demikian, Bacon melakukan pemisahan permasalahan etika dengan epistemology (pemisahan ilmu pengetahuan dengan moral)
            Bacon menulis berbagai bidang ilmiah: geografi, alkemi, dan matematika. Ia mengemukakan dalam salah satu karyanya, Opus Magnus ada 4 sebab yang menimbulkan kebodohan :
1. Mengandalkan otoritas yang tidak tepat
2. Pengaruh yang tidak pas dari adat-kebiasaan (kebudayaan)
3. Pendapat massa yang tidak terpelajar
4. Pamer kebijaksanaan yg sesungguhnya cuma untuk menutupi kebodohan (Osborne, 2001: 52)

Francis Bacon (1561-1628)
            Dikenal sebagai Bapak Metode Induktif (empiris-eksperimental) dan menulis buku berjudul Novum Organum (1620 (Alat/Metode Baru) yang ia maksudkan sebagai penolakan terhadap metode logika deduktif Aristoteles.
            Adapun metode empiris-eksperimental Bacon dapat dirumuskan dalam 4 prinsip kerja:
1. Observing (pengamatan)
2. Measuring (pengukuran)
3. Explaining (penjelasan)
4. Verifying (tes ulang benar-tidaknya) (Anshari, 1987: 61)
            Di samping tahapan metode eksperimen, Bacon juga mengemukakan beberapa “idola berpikir” yang mesti dihindari:
1. Idola Tribus (idola prasangka yang dibentuk tradisi, kesukuan); kecenderungan untuk menerima apa yang diberikan oleh tradisi kita (agama, adat, nilai-nilai) tanpa sikap kritis
2. Idola Specus (prasangka individu) yang menyebabkan seseorang terkurung dalam “gua” sendiri disebabkan oleh adanya prasangka pribadi, sehingga seseorang cenderung menarik kesimpulan sendiri dengan selera sendiri.
3. Idola Fori (idola pasar): seseorang yang cepat dipengaruhi orang-orang yang bicara (pandangan massa)
4. Idola Theatri (idola panggung): prasangka pemikiran atau teori dogmatis (memperdaya seseorang), sehingga berakibat menumpulkan daya berpikir kritis.
            Pemikiran Bacon sangat mempengaruhi tradisi empirisme Inggris (Hobbes, Locke) serta pemikir Pencerahan Prancis, seperi Antoine Destutt de Tracy (1797), yang akhirnya menghasilkan konsep ideology, yang ia kemukakan dalam buku Elements d’ideologie yang ditulis antara tahun 1801 dan 1815.

Thomas Hobbes (1588-1679)
            Baginya, pikiran adalah tubuh (otak), sedangkan pikiran (nalar) adalah produk sensasi. Hobbes menerima pandangan dunia ilmiah yang deterministic, dan sangat terkesan dengan tuntutan objektivitas dan kepastian ilmu pengetahuan (seperti kepastian matematik)
            Hobbes juga berbicara tentang filsafat politik. Hobbes ingin membangun filsafat politik yang dapat membantu menciptakan negara yang aman dan adil. Untuk itu, bagi Hobbes masyarakat harus dilihat sebagai arloji, tidak memiliki kebebasan dan tidak bertindak menurut akal budinya, melainkan mekanisme psikis yang ada di dalam dirinya.

John Locke (1632-1704)
            Di bidang filsafat ilmu pengetahuan, dikenal sebagai salah seorang peletak dasar empirisme. Ia terpengaruh oleh pandangan keilmiahan Newton dan filsafat Descartes. Setelah membaca tulisan Descartes, ia tertarik pada filsafat, tetapi justru mengambil jalan yang berbeda dengan mengkritik pandangan rasionalisme Descartes.
            Locke seorang empiris radikal yang membenci metafisika, ini ditunjukkan dari suratnya pada seorang temannya yang mengkritik Leibniz: “Kamu dan saya sama-sama sudah muak dengan permainan seperti ini.”
            Locke menolak gagasan Descartes mengenai ide dan pengetahuan bawaan. Dengan menyatakan, segala sesuatu yang ada pada pikiran kita, berasal dari pengalaman indrawi (sosok tabularasa). Kita lahir sepeti kertas putih dan pengalaman indrawilah yang mengisi otak itu (Raeper, 2000).
            Menurut Locke, semua ide yang berasal dari pengalaman terdiri dari 2 macam:
1. Ide-ide yang berasal dari pengalaman lahiriah atau eksternal (external sensation)

2. Ide yang berasal dari pengalaman batin atau internal (internal sense atau reflexion)

Microsoft PowerPoint

Edit Posted by with No comments

Hallo readers... Kali ini aku mau berbagi tentang PowerPoint nih. Blog ini aku buat untuk memenuhi tugas Aplikasi Komputer. Sebelumnya aku mohon maaf jika ada kekurangan dalam penjelasan tentang PowerPoint ini. Semoga bermanfaat yaaa

1. Pengertian Microsoft PowerPoint

Microsoft PowerPoint adalah salah satu program aplikasi microsoft office yang berguna untuk membuat presentasi dalam bentuk slide. Aplikasi ini biasanya digunakan untuk keperluan presentasi, mengajar, dan untuk membuat animasi sederhana.

2. Sejarah Microsoft PowerPoint

               Aplikasi Microsoft PowerPoint ini pertama kali dikembangkan oleh Bob Gaskins dan Dennis Austin sebagai Presenter untuk perusahaan bernama Forethought, Inc yang kemudian mereka ubah namanya menjadi PowerPoint.
Pada tahun 1987, PowerPoint versi 1.0 dirilis, dan komputer yang didukungnya adalah Apple Macintosh. Pada waktu itu, PowerPoint masih menggunakan warna hitam/putih, yang mampu membuat halaman teks dan grafik untuk transparansi overhead projector (OHP). Setahun kemudian, versi baru dari PowerPoint muncul dengan dukungan warna, setelah Macintosh berwarna muncul ke pasaran.
Microsoft pun mengakuisisi Forethought, Inc dan tentu saja perangkat lunak PowerPoint dengan harga kira-kira 14 Juta dolar pada tanggal 31 Juli 1987. Pada tahun 1990, versi Microsoft Windows dari PowerPoint (versi 2.0) muncul ke pasaran, mengikuti jejak Microsoft Windows 3.0. Sejak tahun 1990, PowerPoint telah menjadi bagian standar yang tidak terpisahkan dalam paket aplikasi kantoran Microsoft Office System (kecuali Basic Edition).

3. Langkah-langkah Dalam Mengoperasikan Microsoft PowerPoint

                          Memasukan teks kedalam slide
·       Klik pada kotak klik to add title
·       Ketikan teks yang dikehendaki
·       Lakukan hal yang sama pada kotak klik to add subtitle, dan ketikkan teks yang anda kehendaki didalamnya
Cara lain untuk memasukan teks kedalam slide adalah melalui area out line.
a.      Menambah slide baru
Setelah anda mengisi teks pada slide pertama yang berisi judul dan sub judul, tentunya anda ingin menambahkan slide berikutnya bukan ? cara yang paling mudah menambah slide baru adalah sbb :
·       Klik icon menu slide yang terdapat pada toolbar formatting, atau klik menu insert > new slide atau anda dapat menekan ctrl+m
·       Memilih slide layout Setelah menambah slide yang baru, langkah selanjutnya adalah memilih layout yang diperlukan. Pastikan jendela taks pane berisi tampilan slide layout . pilih layout slide berikutnya sesuai dengan keinginan anda. Jika jendela taks pane belum berisi tampilan slide layout, klik lah menu format > slide layout.
b.     Memilih slide design
Jika sebelumnya anda membuat presentasi dengan memilih blank presentation, slide presentasi anda belum memiliki desain. Anda dapat menambahkan desain dengan cara sbb:
·       Klik icon slide desigen pada toolbar formatting Atau klik menu format > slide design
·       Pililah desain yang dikehendaki pada jendela taks pane
·       Jika anda masih merasa kurang puas dengan koleksi desain yang ditampilkan, anda dapat mencoba mencari desaain yang lain dengan mengklik icon browse pada bagian bawah jendela taks pane
·       Selanjutnya, anda dapat memilih desain pada folder 1033 atau folder presentation design
c.      Berpindah keslide yang ingin disunting
Setelah membuat beberapa slide, ada kalanya anda ingin kembali menyunting slide sebelumnya atau berikutnya, caranya sbb:
·       Klik slide yang berada pada area slides
·       Atau geser-geser scroll bar fertikal sampai pada posisi slides yang anda inginkan.
·       Atau dengan mengklik icon next slide/ previous slides.

d.     Mengubah tampilah view
Untuk menghapus sebuah slide dengan mudah dan agar dapat memindahkan urutan slide, sebelumnya anda harus mengetahui view terlebih dahulu, yaitu mode-mode untuk menampilkan slide. Dalam Microsoft power point terdapat tiga buah mode view sbb:
·       Normal view
·       Slide sorter view
·       Slide show
·       Klik menu view >slide sorter.
e.      Mengubah normal view ke slide show
·       Klik menu view >slide show Atau anda dapat menekan f5 untuk mengubah ketampilan slide show, dan tekan esc untuk kembali ketampilan normal view
·       Cara lain untuk memilih jenis view, anda dapat menggunkan icon-icon view yang terletak disebelah kiri bawah jendela Microsoft power point
f.      Memindahkan urutan slide
Untuk memindahkan urutan slide, terlebih dahulu anda membuka tampilan presentssi dengan menggunakan view slide sirter.
·       Klik slide yang akan dipindahkan, kemudian drak ketempat yang diinginkan, misalnya slide I tarik ke slide III.
·       Atau klik slide yang akan dipindahkan, kemudian tekan ctrl+x
·       Atau klik icon cut pada toolbar formatting atau klik menu edit > cut
·       Kemudian letakkan insert tion point ketempat yang diinginkan
·       Tekan ctrl+v atau klik icon paste pada toolbr formatting atau klik menu edit > paste
g.     Meng-copy slide
·       Buka tampilah presentasi dengan menggunakan view slide sorter.
·       Klik slide yang akan dipindahkan, tekan ctrl+drak ketempat yang diinginkan
·       Atau klik slide yang akan dicopy , tekan ctrl +c atau klik icon copy pada toolbar formatting atau klik menu edit > copy
·       Kemudian letakkan insert tion point ketempat yang diinginkan, tekan ctrl+v atau klik icon paste pada toolbar formatting atau klik menu edit> paste


h.     Menghapus sebuah slide
·       Buka tampilan presentasi dengan menggunakan view slide sorter.
·       Atau buka tampilan presentasi menggunakan view normal,pilih area slides.
·       Klik slide yang akan dihapus
·       Tekan tombol delete pada keyboard
i.       Memasukan gambar kedalam slide
·       Pilih layout slide yang content layoutnya mengandung media clipart
·       Klik icon star pada clipart
·       Pilih gambar yang diinginkan
j.       Memasukan background ke dalam slide
·       Pilih slide yang akan diberi layar belakang.
·       Klik menu format>background.
·       Akan muncul kotak dialog bacgroun.
·       Klik kotak yang dibawahnya untuk memilih jenis-jenis background
·       Pilih fill effect.

·       Pilihlah salah satu kategori background.

Rabu, 23 November 2016

About Me

Edit Posted by with No comments
Assalamu'alaikum wwrb..
Nama saya Rossy Arramadona Dalimunthe. Saya adalah seorang mahasiswi di Fakultas Psikologi USU angkatan 2016. Kenapa saya memilih psikologi? Karena psikologi merupakan ilmu yang mempelajari manusia sebagai individu. Oleh karena itu, selain belajar ilmu pengetahuan kita akan semakin mengenal diri kita sendiri. Mengenal diri sendiri dalam arti ada sebuah mata kuliah yang membahas bagaimana tingkah laku itu bisa muncul, apa sebabnya dan tingkah laku apa yang muncul di kemudian hari. Jadi, minimal nanti akan tahu kenapa kadang orang itu marah-marah tidak jelas, tanpa sebab, atau ada teman atau dosen yang tiba-tiba marah. Berkaitan dengan tingkah laku ini tentunya sangat berguna dalam kehidupan. Sebenarnya masih banyak lagi sih alasan saya memilih jurusan ini. Tapi itu saya mungkin cukup untuk dituliskan di blog ini :D

Liat juga nih blog teman-teman aku. Sekalian promosiin blog temen😋 ininih nama-namanya, yang pertama Hanan yang kedua ada Dwi dan yang ketiga ada Roudhotul. Isinya banyak tentang pelajaran juga. Yaaaa untung-untung bisa memperluas wawasan kaann hehehee